✉ 92 || Riga Nara Neonatha

1165 Kata

    Aku membereskan barang-barang yang berserakan di loker mejaku dan memasukkannya dengan asal ke dalam tas. Setelahnya, aku terburu-buru menyusul Vienna yang sudah lebih dulu meninggalkan kelas.     "Kok ke sini?" tanyaku ketika berhasil menyusulnya.     Posisiku sekarang ada di bagian belakang sekolah. Berada di sini jelas membuatku tahu kemana tujuan Vienna. Ya, kemana lagi kalau bukan ke markas?     "Iya, mau nemuin Kak Raya. Kita masih punya misi yang belum terpecahkan," jawabnya sembari meneruskan langkah.     Aku menggaruk pangkal hidungku. Aku mencoba mengingat-ingat misi apa yang dimaksud Vienna. Kan tadi pagi Tasya dan Rian sudah ditetapkan sebagai dalang di balik perekaman dan penyebaran video-video itu. Jadi apa masih ada misi yang lain?     "Misi apa sih?" cecarku s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN