Setelah selesai berbenah, aku beranjak meninggalkan kamar wisma yang disewa Arisa. Aku segera menghampiri para cowok yang tengah ngobrol di parkiran. Kebetulan hanya ada dua mobil di parkiran itu. Satu mobil milik Kak Agas dan satunya lagi milik Kak Langit. "Lo mau nebeng siapa?" tanya Riga begitu aku meletakkan tas jinjing di atas batu di sebelahnya. Aku menatapi kedua mobil itu sambil menimbang-nimbang. Mobil mana yang sebaiknya kutumpangi. Mengingat perjalanan yang lumayan memakan waktu, aku butuh kenyamanan. Kuduga Arisa akan ikut mobil Kak Agas. Sementara aku masih agak dongkol dengan cewek itu. Aku tidak bisa satu mobil dengannya atau tanpa sadar aku akan menyerangnya lagi. Jadilah kuputuskan kalau aku akan nebeng mobil Kak Langit saja. Meski sepertin

