Melihat Riga yang rakus memetik jambu air dari pohonnya, Kak Langit mengusulkan untuk kami pindah tempat saja. Alhasil, aku, Kak Raya, Riga, dan Kak Langit beranjak menuju ke bagian belakang wisma. Ada taman kecil di sana. "Nah, kalau di sini, lo nggak bisa ngutilin sesuatu," seloroh Kak Raya yang ia tujukan untuk Riga. Riga hanya mencebikkan bibirnya dan melengos untuk mencari tempat duduk. Dia duduk diam menekuk lutut di bangku taman. Aku dan Kak Raya mengambil bangku taman yang teronggok tak jauh dari bangku yang Riga duduki. Setelahnya, aku dan Kak Raya duduk di sana, berseberangan dengan Riga. Kak Langit otomatis turut duduk di sebelah Riga agar dapat mengikuti perbincangan setelah ini. "Kapan kita ngelaksanain rapat dewan sekolah?" tanya Riga yang bi

