Aku baru saja tiba di rumah setelah tadi sempat mampir dulu ke ruang club jurnalistik sepulang camp. Memang sih itu bukan pertemuan wajib. Tapi berhubung Kak Tasya menawarkan bantuan untuk membantu aku dan Riga menyunting naskah artikel kami, maka kami pun setuju untuk mampir terlebih dahulu. Sejujurnya, selain karena ingin segera menyelesaikan tugas pertama jurnalistik itu, kami juga berniat menjadi lebih dekat dengan Kak Tasya. Tentunya hal itu kami lakukan agar bisa berlama-lama dengannya dan mengetahui informasi-imformasi yang mungkin saja berusaha ia tutup-tutupi. Namun Kak Tasya tetaplah Kak Tasya. Dia bersikap normal layaknya Kak Tasya yang ceria dan ramah pada aku, Riga, dan beberapa anggota baru club jurnalistik lainnya. Dia tetap tenang dan terlihat tidak mencuriga

