✉ 65 || Titania Raya

1048 Kata

    Pada akhirnya, Kinar mau ikut pulang bersama Kak Agas dan aku. Meski sepanjang jalan, dia terus menggerutu dan memaki-maki kakaknya.     Aku sih tidak menaruh minat mendengarkan ocehan anak kecil yang satu ini. Dia itu belum bisa berpikir dewasa namun seolah-olah sudah jadi yang paling benar. Kalau aku jadi Kak Agas, aku akan membiarkan adik seperti dia tinggal di panti asuhan. Anak kecil itu benar-benar merepotkan.     Melihat aku yang tidak berminat dengan ocehannya, Kinar justru berniar merecokiku. Dia mendekatkan wajahnya dan berkata, "Lo pasti Arisa, kan? Pacar abang gue."     Aku dibuat melotot kaget mendengar ucapan Kinar. Tadi dia menyebut nama siapa? Arisa? Hello, namaku kan Raya, bukan Arisa. Dari mana dia mengetahui soal Arisa dan kenapa dia menyebut Arisa sebagai pacar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN