Mendengar dewan sekolah belum memutuskan apapun untuk menindak Tasya, aku jadi kecewa berat. Sebenarnya sejak awal aku sudah ragu akan maju sekarang. Kesannya terlalu tergesa-gesa. Pada akhirnya kami memang tidak mendapatkan hasil maksimal. "Nah, kan. Gue bilang juga apa. Bukti kita masih belum kuat buat nyeret Tasya ke dalam sidang sekolah. Pada akhirnya kita tetep harus cari bukti lagi," gumamku sambil berusaha menenangkan diriku. Aku mencoba mengatur napas agar lebih tenang dan tidak emosi di saat-saat seperti ini. "Terus kita mau gimana sekarang?" tanya Riga sambil garuk-garuk kepala. Vienna yang berdiri di sebelahnya turut mengangguk-angguk, setuju mempertanyakan langkah kami ke depannya. Aku menghela napas dan memutuskan, "Habis ini kita rapat di markas."

