Washington, D.C (US)
Begitu sampai di rumah, Alfred segera mencuci tangan dan kakinya lalu mulai sibuk untuk meletakkan seluruh barang belanjaan di dalam lemari es. Beberapa bahan makanan seperti daging, keju dan telur diletakkan di tempat yang terpisah karena Charlotte tidak ingin buah-buahan yang ia simpan di dalam lemari es jadi terkontaminasi dengan aroma yang tidak sedap. Alfred sudah hafal setiap kebiasaan Charlotte sehingga ia sama sekali tidak merasa kesulitan saat harus memisahkan setiap bahan makanan yang mereka beli di supermarket.
Sementara Alfred sibuk untuk merapikan dapur, Charlotte sedang duduk di ruang televisi sambil memainkan ponselnya. Setelah pulang dari supermarket, Alfred berinisiatif untuk menggantikan tugas Charlotte di dapur dan membiarkan wanita itu bersantai sambil menghabiskan sepiring apel yang telah dikupas dan dipotong seukuran dadu. Memanjakan Charlotte adalah hal yang sangat jarang Alfred lakukan, entah kenapa kali ini Alfred ingin melakukan hal yang berbeda dari biasanya,
“Oh tidak.. Alfred, sepertinya kau harus membaca berita ini”
Dari arah ruang televisi terdengar suara Charlotte yang memanggilnya dengan cukup keras.
Merasa jika ada berita buruk yang ingin Charlotte sampaikan, maka Alfred segera meninggalkan dapur dan melangkahkan kakinya untuk menemui Charlotte.
“Ada apa?” Tanya Alfred.
Tanpa memberikan jawaban, Charlotte segera menyerahkan ponselnya yang menampilkan sebuah artikel berita.
“Ini benar-benar gila!” Charlotte kembali bersuara. Wanita itu berjalan untuk menyelakan televisi lalu mencoba mencari saluran yang sedang menayangkan breaking news.
Untuk sesaat Alfred merasa jika jantungnya berdetak lebih cepat. Artikel yang diberikan oleh Charlotte memuat sebuah berita mengenai kebocoran sistem regulasi matahari buatan di benua Asia. Artikel tersebut baru diterbitkan sekitar 5 menit yang lalu, tapi nampaknya sudah ada banyak orang yang membaca dan mengkonfirmasi mengenai kebenaran berita tersebut.
“Desas-desus mengenai kebocoran sistem regulasi matahari buatan di wilayah Asia sudah mulai terdengar sejak dua hari belakangan. Kecurigaan mengenai kebocoran sistem regulasi muncul akibat adanya beberapa negara yang mengeluhkan peningkatan suhu yang drastis sejak tiga hari terakhir. Masyarakat mendesak pihak penanggung jawab untuk segera memberikan kejelasan mengenai apa yang sedang terjadi. Setelah dua hari berlalu, pemerintah yang bertanggung jawab atas pengembangan proyek matahari buatan akhirnya memberikan konfirmasi mengenai masalah yang mereka hadapi. Kebocoran sistem regulasi matahari buatan mengakibatkan peningkatan suhu di beberapa negara sekitar, melalui juru bicaranya, mereka mengatakan jika perbaikan masih terus dilakukan. Namun hingga saat ini masih belum ada kabar terbaru terkait perkembangan proyek tersebut. Pemerintah benua Asia mengirimkan undangan kepada beberapa negara perwakilan di benua Amerika, Eropa, Afrika, serta Australia untuk melakukan konferensi terkait permasalahan ini. Hingga saat ini, hanya benua Australia dan Afrika yang memberikan konfirmasi terkait kesediaan negara perwakilan mereka untuk ikut serta dalam konferensi tersebut. Pemerintah benua Amerika sendiri memilih untuk menolak undangan konferensi tersebut. Menurut pemerintah Amerika, mereka sama sekali tidak ada hubungannya dengan kebocoran sistem regulasi matahari buatan yang berada di Asia sehingga mereka tidak perlu ikut serta dalam konferensi yang akan di adakan di wilayah Asia tenggara tersebut.”
Alfred menatap Charlotte yang sedang mendengarkan berita dengan serius. Jujur saja Alfred tidak terkejut ketika mendengar kalimat terakhir yang disampaikan oleh reporter dalam berita. Pemerintah Amerika jelas memilih untuk tidak ikut serta dalam konferensi yang akan diadakan oleh benua Asia. Perbedaan pemikiran antara pemerintah Asia dan Amerika hanya akan menimbulkan permasalahan yang lebih serius, namun Alfred merasa sedikit kecewa pada keputusan pemerintah yang memilih tidak peduli pada permasalahan yang sedang dihadapi oleh benua Asia. Bagaimanapun juga, jika ada masalah yang berhubungan dengan matahari buatan, maka hampir seluruh benua akan ikut merasakan dampaknya.
Permasalahan pada sistem regulasi bukanlah hal sepele yang bisa diabaikan.
“Pemerintah Asia terus berusaha untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah Amerika agar mereka mengirimkan negara perwakilan dalam konferensi yang akan dilakukan tiga hari lagi. Namun benua Amerika mengatakan dengan tegas jika mereka tidak ingin ikut campur dalam permasalahan yang tengah dihadapi oleh Asia.”
Sepertinya kali ini pemerintah telah mengambil keputusan yang salah.
“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya Charlotte sambil menggenggam tangan Alfred yang mulai terasa dingin. Entah kenapa Alfred merasa sedikit gugup ketika mendengar berita mengenai matahari buatan yang ada di benua Asia.
“Sejujurnya sistem kerja matahari buatan saling berhubungan. Tanpa disadari, jika ada masalah yang berhubungan dengan matahari buatan di benua lain, maka wilayah kita juga akan mengalami masalah yang sama..” Alfred menjelaskan dengan susah payah.
Untuk sesaat Charlotte terdiam, wanita itu terlihat memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi jika pemerintah Amerika tetap keras kepala dan tidak mau mengubah keputusan mereka.
“Apakah kau akan mengikuti keputusan pemerintah?” Tanya Charlotte.
Konferensi Asia akan diadakan tiga hari lagi, sepertinya Alfred tidak bisa mengambil keputusan untuk saat ini. Akan ada banyak hal yang berubah dalam tiga hari.. dan Alfred sungguh berharap jika keputusan pemerintah Amerika juga akan berubah.
“Aku harus menunggu hingga tiga hari lagi..”
“Hingga konferensi itu dilaksanakan? Apakah kau sedang berharap jika pemerintah akan mengubah keputusan mereka?” Tanya Charlotte.
Alfred sendiri tidak yakin dengan keputusannya, tapi ia merasa jika sebaiknya dia memang harus menunggu hingga tiga hari lagi. setidaknya Alfred tahu apa hasil keputusan dari konferensi tersebut sebelum dia bergerak dan mengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan dengan proyek matahari buatan.
***
“Aku mendengar mengenai masalah yang terjadi di Asia. Daddy, apa yang sebenarnya terjadi?”
Sejujurnya, sejak mendengar kabar mengenai kebocoran sistem regulasi matahari buatan di benua Asia, sudah ada ratusan orang yang mencoba untuk menghubungi Alfred. Panggilan dari Aurora adalah satu-satunya panggilan yang Alfred terima. Untuk saat ini, Alfred merasa jika sebaiknya ia tidak menerima panggilan dari siapapun karena semua orang jelas akan berusaha mempengaruhi Alfred untuk mengikuti apa yang mereka inginkan.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Aurora. Kau tidak perlu merasa cemas..”
Sekalipun Alfred sendiri tidak bisa tenang sejak mendengar kabar mengenai permasalahan matahari buatan di benua Asia, Alfred tetap berusaha untuk menenangkan Aurora. Tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu bagaimana keputusan yang dihasilkan dari konferensi Asia. Apapun keputusan yang mereka buat, Alfred bertekat untuk mengambil keputusan terbaik yang bisa ia lakukan. Alfred bertanggung jawab atas sebuah proyek yang besar, jika ada masalah yang berhubungan dengan proyek tersebut, Alfred adalah orang pertama yang akan dimintai keterangan.
“Kudengar itu adalah masalah yang serius. Daddy, berhentilah menyembunyikan sesuatu dariku, aku tahu jika Daddy sedang merasa cemas saat ini..”
Alfred terdiam untuk sesaat. Layar ponselnya yang sedang dipenuhi dengan wajah Aurora membuat Alfred merasa jauh lebih tenang. Putrinya terlihat cemas, Aurora bukan tipe orang yang bisa menyembunyikan perasaannya dan Alfred jadi merasa bersalah karena menjadi alasan dibalik rasa cemas yang tengah Aurora rasakan.
“Daddy sedang ada di rumah, kau bisa melihat sendiri jika sekarang Daddy sedang berada di ruangan kerja. Jika ada masalah yang serius, kau pasti tahu dimana seharusnya Daddy berada..” Alfred tersenyum dengan tenang.
“Apakah aku terlalu berlebihan karena merasa cemas?” Tanya Aurora.
Tidak ada yang salah dengan rasa cemas yang Aurora rasakan. Semua orang pasti sedang merasa ketakutan saat ini. Trauma yang timbul akibat badai gelombang dingin yang membekukan beberapa wilayah di dunia dan membuat suhu global menurun hingga ke titik beku masih belum sepenuhnya menghilang dari pikiran masyarakat. Badai gelombang dingin membawa dampak yang begitu buruk pada perekonomian dan keadaan sosial, jika sebuah bencana kembali terjadi.. maka Alfred bisa memastikan jika hal yang sama pasti juga akan terjadi. Panic buying, pembatasan kegiatan masyarakat, memburuknya perekonomian global.. semua itu masih melekat pada ingatan masyarakat, mereka pasti sedang mencemaskan hal yang sama saat ini.
“Tidak, kau sama sekali tidak berlebihan. Namun Aurora, kau tidak boleh terlalu cemas. Percayalah pada Daddy, semuanya akan baik-baik saja..” Alfred mencoba untuk meyakinkan Aurora.
Bagi Alfred, seburuk apapun keadaan yang akan ia hadapi, Alfred akan tetap mengutamakan keselamatan Aurora. Entah sejak kapan pemikiran Alfred kembali berubah. Alfred masih mengingat dengan jelas jika Aurora selalu menjadi hal terpenting di dalam hidupnya sejak Alfred menggendongnya untuk yang pertama kalinya. Hari itu Alfred menjanjikan banyak hal untuk Aurora, namun seiring dengan berjalannya waktu, Alfred mulai melupakan janjinya. Banyak hal yang berubah seja kelahiran Aurora, begitu juga dengan tujuan hidup Alfred. Sekarang Alfred merasa jika sudah saatnya untuk kembali kepada tujuan hidupnya setelah sekian lama mencoba menjauh dan menghilangkan jejak masa lalunya.
Seburuk apapun kehancuran yang Alfred rasakan ketika harus mengakhiri rumah tangganya dan memulai kembali kehidupannya seorang diri, Alfred akan tetap mengutamakan Aurora.
“Andai saja aku bisa kembali bertemu dengan Daddy..” Aurora berbicara dengan suara pelan.
“Kita akan bertemu saat musim panas. Jangan khawatir, Charlotte sudah menyiapkan rencana menyenangkan untuk dilakukan ketika musim panas.. Kita akan bersenang-senang..” Alfred mencoba untuk kembali tersenyum.
“Aku tidak sabar untuk kembali ke Washington, D.C..”
Alfred menganggukkan kepalanya, ia juga mengharapkan hal yang sama. Sekalipun hanya tinggal bersama selama beberapa minggu, Alfred sungguh merasakan sebuah perubahan yang begitu signifikan ketika Aurora berada di kota ini.
“Baiklah sayang, bukankah sekarang kau sedang belajar?” Tanya Alfred.
Ada banyak tumpukan buku yang Alfred lihat ketika Aurora memutar kursinya. Alfred langsung mengambil kesimpulan jika putrinya tengah duduk di meja belajarnya dan mencoba mencuri waktu untuk melakukan panggilan video di jam belajarnya. Entah keributan apa yang akan terjadi jika Abigail tiba-tiba masuk ke dalam kamar Aurora dan mendapati putrinya tengah sibuk dengan ponselnya.
“Aku sedang beristirahat sejenak dan aku membaca beberapa artikel di internet yang membicarakan mengenai kebocoran sistem regulasi matahari buatan di Asia. Tanpa berpikir panjang aku langsung mencoba untuk menghubungi Daddy..” Aurora menjelaskan dengan satu tarikan napas.
Untuk sesaat Alfred merasa terharu ketika mendengarkan penjelasan putrinya. Aurora sangat peduli padanya, hal itu membuat Alfred kehilangan kata-kata untuk mengekspresikan perasaannya.
“Jika ibumu tahu kau tidak serius belajar, ia pasti akan marah padamu. Bagaimana jika kita kembali berbicara ketika kau sudah selesai belajar?”
Aurora tampak keberatan, tapi akhirnya ia memilih untuk menganggukkan kepalanya.
“Baiklah.. Aku akan langsung menghubungi Daddy begitu aku selesai belajar..”
Alfred tersenyum dan ikut menganggukkan kepalanya.
“Daddy akan menunggu panggilan darimu. Kita akan kembali berbicara setelah kau selesai belajar, Daddy juga akan mengajak Charlotte untuk ikut melakukan panggilan video..”