"Sudah biasa putramu, biarkan saja. Aku juga kesal dengannya, ada saja tingkah yang dia lakukan." Ujar Ana yang sepertinya juga sudah pusing dengan kejahilan putranya yang tidak ada habisnya. "Rasakan kau, hah. Berani kau..." ujar Diva yang masih memukulinya dengan bantal. "Kenapa kau tidak ambilkan saja katana milik papi, kak. Kan sekalian kau tebas saja dia," sahut Asry pada Diva. "Kau benar. Mana, ambilkan aku katana itu," ucap Diva. "Kalian tega sekali denganku," ucapnya dengan raut wajah tengilnya. "We don't care." Ucap Diva dan Asry secara bersamaan. Bugh... Diva melemparkan bantal yang ia pegang itu ke wajah Aditya tanpa rasa bersalah lalu kembali duduk dengan diam. Aditya yang mendapat timpukan itu hanya bisa menggerutu kesal. Mami papinya tidak memperdulikan dirinya, dia me

