Ayah dan ibuku akhirnya tiba di kastil. Axton menyambut mereka dengan gembira sekaligus tegang. Aku tidak yakin apa yang membuat Axton begitu tegang saat bertemu dengan orang tuaku. Dia terlihat berkeringat dingin seolah takut mendapatkan masalah yang besar. Bukankah itu menggelikan. Pria yang bisa menghancurkan apapun dengan mana-nya, menciut di depan ibu-ibu lemah seperti ibu. Saat makan malam, Axton menjamu mereka berdua secara khusus. Viona, Sandra dan Tania menyiapkan makanan istimewa sehingga membuat ibuku mengucapkan ribuan kata cinta dan pujian. Akan tetapi tetap saja wajah Axton tidak terlihat berkurang ketegangannya. Lihat saja tangannya, itu basah karena berkeringat. Sebenarnya apa yang terjadi pada mereka berdua. Mereka seolah saling mengenal dan memiliki urusan antara satu

