* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Time flies so fast ternyata benar adanya. Agas benar-benar merasa seperti baru kemarin dia mendengar Aya bercerita bahwa dia naik kelas dua belas. Tiba-tiba aja, sekarang topiknya sudah berbeda lagi. Memang, sih, satu tahun belakangan hubungannya dengan Aya sangat renggang. Bukan karena mereka yang bertengkar atau salah paham dan lain sebagainya, tapi karena Aya sudah disibukkan dengan segala t***k-bengek di kelas dua belas. Astaga, mengingat banyaknya ujian dan belajar yang dilakukan Aya, Agas jadi ingat perjuangannya melalui kelas dua belas dan malam-malam penuh otak panas karena capek belajar hanya agar dia lulus tes PTN. Apa yang dilakukan Agas

