* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Agas benar-benar merasa lagi punya anak satu dengan Aya dan menjalin keluarga harmonis, yang mana kalau malem dan dia pengen minta jatah, Aya memintanya untuk bersabar menunggu sang anak sampai tidur dulu. Karena itulah yang terjadi malam ini walaupun konteknya, gak sejauh itu. Malam ini, karena tadi di dapur Agas meminta Aya untuk tidur di kamarnya bersama dia, gak bersama Agil—dan omong-omong ini terjadi akan jadi kedua kalinya—lalu Aya akhirnya mengangguk, lagi—karena Agas terus-terusan memohon. Seperti perumpamaan di awal paragraf yang tadi disebutkan oleh Aya, begitu pula yang terjadi selanjutnya. Aya bilang dia akan pindah ke kamar Agas kalau A

