* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Agas tentu bingung dan khawatir saat tahu Aya masuk ruangan Agil denga mata sembap dan memerah. Dia menoleh ke arah Bude Win di samping pacarnya yang hanya menatapnya kosong. s**l, Agas gak pernah bisa jadi cenayang untuk baca pikiran orang. “Bude... Bude...” Agil mengigau dalam tidurnya. “Bude Win...” Agas, Aya, dan Bude Win langsung menoleh kompak ke arah bocah kecil itu.. Yang mana kemudian Aya langsung menangis lagi dan keluar Dri ruangan, padahal belum juga dia duduk barang semenit. Agas menatap Bude Win, hendak bertanya kenapa tiba-tiba Aya begitu. Tapi karena wajah Bude Win terlihat tidak bisa ditanya-tanya, dia memutuskan untuk tidak membu

