Sehun mendudukkan dirinya di pinggir ranjang dengan Venus yang duduk di pangkuannya. Mereka berciuman dengan sangat intens, seolah tak lagi mengenal hari esok. Kehabisan napas, keduanya pun menarik diri. d**a mereka bergemuruh. Napas mereka memburu, terengah. Tatapan yang tersirat dari netra masing-masing menegaskan gairah yang sedang menguasai tubuh. Dari situ terpancar jelas keinginan untuk saling memiliki. Keinginan untuk berbagi deru napas rendah dan melebur dalam kenikmatan duniawi tiada tara. Setelah sekian lama sibuk menyelami netra satu sama lain, Sehun menjadi orang pertama yang beraksi. Lelaki itu mengulurkan tangan, membelai sisi wajah sang istri dengan penuh kelembutan. Tangan dan jari-jarinya sibuk menelusuri ukiran cantik ciptaan Tuhan yang terpampang jelas di hadapannya ter

