Usai makan siang bersama berakhir, Jasmine dan Yongmi pun bergegas ke ruangan masing-masing. Raut Jasmine masih saja sendu saat berjalan ke ruangannya. Bahkan ia juga sempat melamun dan tidak sadar saat beberapa perawat serta pasien menyapa dirinya. Jasmine sampai harus ditegur oleh seorang pria yang juga ikut menyapanya lewat sentuhan di bahu hingga membuatnya terlonjak kaget. "Eh, maafkan saya! Tadi saya melamun. Mm, apa ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Jasmine tersenyum kikuk pada pria tampan berwajah bayi yang tampak tampan sekaligus cantik itu. Pria itu terkekeh pelan. "Oh, tidak masalah. Aku juga minta maaf karena tak sengaja mengagetimu, Jas. Aku memanggil namamu berulang kali, tapi kau tidak mendengar. Maka dari itu aku menepuk bahumu." Jasmine sedikit mengernyit mendengar kata-

