Jasmine berusaha mengatur napasnya yang sempat memburu. Isak tangis tak lagi terdengar dari mulutnya. Kendati demikian, di pipinya masih tercetak jelas jejak air mata. Lantas, wanita cantik itu pun menjejalkan ponsel dalam genggaman ke tas tangan yang tergeletak di samping ia duduk. Wanita itu baru saja menghubungi Sehun guna membicarakan perceraiannya dengan Luhan. Tatapan Jasmine beralih pada secangkir cokelat panas di atas meja ruang tamu sebuah apartemen mewah tempatnya berada kini. Tangan rampingnya pun menjangkau cangkir tersebut. Perlahan mendekatkan bibir cangkir ke mulutnya, menyeruput pelan. "Jadi, bagaimana? Kau sudah merasa lebih baik?" Sebuah suara khas menyapa gendang telinga Jasmine yang masih sibuk meneguk cokelat panas. Membuat Si Cantik berkulit pucat itu terkesiap pel

