Sehun baru saja menginjakkan kakinya di bandara saat Loey menelepon. Malam sudah menjelang, tadinya Sehun ingin segera pulang ke rumah karena lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari New York. Mau tak mau mengangkat panggilan dari sang kakak ipar harus ia lakoni demi ketenangan hati. Siapa tahu ada berita penting yang hendak disampaikan, bukan? "Ada apa?" Sehun bertanya. Sebelah tangannya yang bebas kini dijejalkan ke dalam saku coat yang dikenakan olehnya. Tungkai panjangnya masih sibuk bergerak menapaki lantai bandara. "Kau ini ke mana saja sih? Sejak tadi kuhubungi ponselmu tak aktif," sembur Loey dari ujung sambungan. Sehun mengernyit tak mengerti. Nada bicara Loey yang terdengar panik membuat perasaannya mendadak tak enak. "Maaf, aku baru saja tiba dari New York de

