Bunyi bel yang menggema memenuhi hunian bergaya modern itu membuat Dina segera membuka pintu rumahnya dengan sedikit menggerutu. Masalahnya adalah sekarang masih pagi dan bel sudah berulang kali ditekan, menciptakan suara berisik yang sungguh mengganggu. "Papa? Mama?" ucapnya terkejut lalu mencium kedua tangan mertuanya dan memeluk mereka. Tak lupa Dina mempersilahkan mertuanya masuk setelah membuka pintu lebih lebar. Dina memanggil Deni untuk membantu membawakan koper mertuanya dan menyuruh Siti menyiapkan teh hangat. Mereka semua duduk di sofa depan televisi. Laura dan Nick meregangkan tubuh yang terasa luar biasa pegal dan menyesap teh hangat yang dibawakan Siti. "Papa sama Mama kapan datang? Kenapa enggak ngabarin dulu?" Dina memulai pembicaraan setelah Laura dan Nick selesai menyes

