22. Kondisi

1777 Kata

Di bangku tunggu depan ruang UGD, terlihat sepasang suami istri yang kacau dan gelisah. Pasalnya, dokter yang menangani putri kecil mereka tak kunjung keluar. Kejadian beberapa jam lalu masih terngiang dan tergambar jelas di benak sepasang suami-istri yang tengah duduk di bangku depan ruang UGD. Perasaan keduanya berkecamuk, bingung, takut, marah, dan sedih. Semua berbaur menjadi satu. Rian menyalahkan dirinya sendiri. Bila dia tidak meninggalkan anaknya di taman, kejadian ini tidak mungkin menimpa anaknya itu. Rian merengkuh bahu istrinya yang sejak tadi masih terus bergetar hebat. "Udah, jangan nangis. Semua akan baik-baik aja." Rian mengusap air mata di pipi Dina. Dari kejauhan terlihat Trisha dan Alwi berjalan mendekat, dengan Alwi yang merengkuh bahu Trisha erat. "Gimana kondisinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN