Ini hari ke tiga Fani berada di rumah sakit. Dan hari ini juga, sudah tidak terhitung banyaknya Fani mengembuskan napas lelah. Bagaimana tidak? Sedari tadi, Neneknya selalu bertanya ini dan itu. Ada yang sakit? Apakah kepalamu sakit? Atau kaki kamu sakit? Kamu butuh sesuatu? Fani benar-benar tidak betah berada di sini. Padahal ini adalah ruang VIP. Meski begitu Fani tetaplah tidak merasa nyaman. Pandangannya terarah ke langit-langit ruangan yang sedang di tempatinya. Matanya terpejam. Dia rindu kamarnya, bonekanya, ranjangnya, buku-bukunya, dan semua yang ada di rumah dia rindukan. "Kamu kenapa? Ada yang sakit?" Fani membuka matanya kembali dan beralih menatap Trisha dengan seulas senyum manis yang mengembang di bibirnya. "Aku enggak apa-apa, Nenek, aku baik-baik aja. Enggak ada ya

