Enam

1017 Kata

Yuna tersenyum geli, jari-jarinya bertaut, bertumbuk pada dagunya. Kedua matanya tidak lepas dari Daisy yang terlihat begitu cantik dengan tubuh mungil dibalut dengan dress hasil karyanya. “Apa Mama bilang! Bagus, kan?” Ia memutar badan anaknya yang berukuran tidak jauh berbeda darinya. “Mama nyontek desain punyaku, ya?” Daisy merajuk, pipinya mengembung memandangi mamanya dari pantulan cermin di hadapannya. Wanita itu meringis geli, “Duh, habisnya Mama suka sekali melihatnya. Jadi Mama jahit deh untuk kamu. Lagipula, Mama buat ini kan juga untuk kamu, Nisha,” jelasnya, seraya menyisir rambut Daisy. “Nah, selesai. Cantik, kan?” Daisy mengangguk lesu. Harus diakui, mamanya memang paling pintar untuk urusan merias wajah dan menata rambut. Bahkan Daisy sempat terkagum-kagum dengan diriny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN