Daisy menutup spidolnya dengan mengulum senyum. Ia bangga akan hasil karyanya yang kesekian kalinya terlihat begitu memuaskan. Tak lama ia memandangi gambar itu, diserahkannya pada Hera, asistennya, untuk diberikan ke para penjahit di butiknya. “Bu, ada sepasang kekasih yang ingin memesan gaun pengantin rancangan Bu Daisy. Mereka sedang menunggu di lantai dasar,“ ujar Hera seraya menerima beberapa lembar berisi gambar yang baru saja diberikan oleh Daisy. “Oh, okay.” Daisy menuruni tangga dengan semangat. Ia selalu senang bila ada sepasang kekasih yang ingin menikah dan mempercayai desainnya untuk sesuatu hal yang terpenting dan begitu sakral seperti ini. “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?” Daisy tersenyum mendapati wanita cantik yang begitu anggun di hadapannya, namun ia tidak

