Dua Puluh

2645 Kata

“Pokoknya, aku mau warna merah!” “Tidak, Daisy. Putih adalah warna paling pas untuk acara suci seperti ini.” Saat ini mereka berada di kediaman rumah Dokter Rahardian, yang dengan sengaja memang membuat acara makan malam untuk mempertemukan keluarga dari pasangan muda yang tidak lama lagi akan menyatu dalam sebuah ikatan. Dan kedua orang tua mereka hanya dapat berdecak seraya menggelengkan kepala mendengar perdebatan kecil dari keduanya. Bahkan perbedaan pendapat sekecil apa pun dapat menjadi perdebatan ringan seperti ini. Daisy menyipit, kedua lengannya terlipat di depan d**a. Bibir mungilnya mengerucut, gemas. Dani bahkan tak bisa menahan rasa untuk menggigit kecil puncak hidung gadisnya. Lelaki itu bangkit dari posisi duduknya seraya menghampiri Daisy dan mengecup ringan bibir mungi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN