Dua Puluh Satu

2050 Kata

Alunan musik bernada klasik yang terdengar sangat lembut, melengkapi sebuah keindahan. Denting piano yang begitu merdu seakan turut menyempurnakan kebahagiaan setiap orang disana. Suara percikan air mancur yang menghiasi pusat taman luas itu, terasa begitu menenangkan. Hamparan luas rumput hijau serta berbagai macam jenis bunga dengan beragam warna yang tertata rapi membuat pemandangan yang begitu asri. “Honey, kamu nggak salah memilih kostum, kan? Kenapa semuanya memakai warna putih?!” Ando memekik tertahankan. Sebelah matanya berkedut seolah tidak percaya akan warna yang kini terlihat mencolok itu dikenakannya, juga gaun panjang yang membalut tubuh Karin di sampingnya. “Aku juga tidak mengerti,”lLirih wanita itu. Karin menahan napas seraya menggigit bibirnya yang berwarna senada dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN