TUT … TUT … TUT … sambungan telepon dari Bu Ranti itu terputus. Andin berkali-kali mengatakan, “HALO” namun taka da respon dari Bu Ranti. Akhirnya Andin menaruh ponselnya di sebelah kepalanya. “Bagaimana aku bisa bebas kalau minggu depan Mama ke sini. Mama kan tipe orang yang sangat tidak sudi kalau aku mengutamakan non akademik. Haduh … mana misi penting itu masih berjalan, lagi,” ujar Andin yang kebingungan mau bilang apa ke Bu Ranti soal kunjungannya minggu depan. “Ntaran aja kali ya dipikirin, yang penting sekarang aku tidur dulu dan menyambut hari esok dengan suka cita,” ucap Andin yang meminggirkan jawaban itu terlebih dahulu. Kedua mata Andin kian menutup, matanya sudah tak tertahankan lagi ingin terbuka. Dan tiba-tiba saja ponsel Andin bergetar. Drrrttt … drtttt … ddrrtttt …

