“Aku lanjut latihan sepak bola dulu ya Prab! Good luck buat kamu dan seluruh anggota pers mahasiswa kampus yang bertugas,” seru Reno yang mulai melangkahkan kakinya ke lapangan sepak bola, dan melambaikan tangannya ke Prabu. Prabu pun membalas lambaian tangan Reno sambil tersenyum. Prabu kembali membalikan badannya dan tampak Andin yang masih ngedumel di dekat tribun kanan. Ini sudah sekian kalinya Prabu melihat perempuan cantik itu ngedumel setelah biasanya Prabu melihat Andin ngedumel di dalam kelas karena tidak suka dengan cara ngajar beberapa dosen. “Dimana-mana bisa ngedumel ya kamu, Din … tapi biarpun ngedumel terus, kamu tetap cantik deh,” batin Prabu yang lalu menghampiri Andin. “Hei! Kenapa itu mulutnya komat-kamit kayak Mbah dukun?!” seru Prabu yang menepuk bahu Andin. “Eh

