Di Tempat Latihan (2)

1428 Kata

Reno pun mengernyitkan dahinya karena melihat wajah Prabu yang penuh dengan harapan. Tidak biasanya Prabu menampilkan wajah yang sedemikian rupa, walaupun wajahnya memang madesu (baca: masa depan suram). Reno pun memundurkan langkah kakinya, dan menempelkan punggung tangannya ke kening Prabu. “Kamu lagi gak kesambet apa-apa, kan Prab?” seru Reno. Prabu menurunkan tangan Reno dari keningnya, “Ya kagak ada, lah! Aku sama sekali gak ada kesambet dari setan manapun. Ini murni keinginan aku untuk ngobrol sama kamu sebentar, Ren. Bisa nggak?” “Hmm, gimana ya. Aku ke sini buat latihan, Prab, bukan ngobrol. Lagipula dua minggu lagi ada sparing (baca: latihan) bareng sama kampus sebelah. Malu lah kalau performa aku jelek begitu,” Reno seperti mengirimkan sinyal-sinyal keberatan. “Ayo lah, Ren

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN