Chapter 6

1112 Kata
Tiga hari kemudian, Rick sedang bersiap untuk pergi ke lokasi syuting. Ia masih tetap bekerja seperti biasa. Sedangkan Beth masih lebih sering mengikuti Rick kemanapun ia pergi. Sudah menjadi hal biasa untuk Rick selama berada dalam genggaman Beth. Ia akan terus diikuti oleh wanita yang ia anggap gila itu. "Kau sudah siap?" tanya Rick pada Beth "Ya, ayo.. ku antar.." Beth tersenyum melihat Rick Mereka menggunakan mobil milik Beth, seperti biasa Greg yang mengantarkan mereka. Beth selalu bermanja-manja dengan Rick. Meski Rick tidak menanggapi Beth, tetapi wanita itu tetap saja tidak menyerah. "Siang ini aku ada meeting dengan klien dari GT entertaintment. Kau mau ikut?" ujar Beth "Baiklah, aku akan ikut..." Beth sangat tau cara untuk membuat Rick menempel padanya. Cukup menyebutkan nama perusahaan yang akan bekerja sama dengannya, secara otomatis Rick akan ikut kemanapun Beth pergi. Rick tidak akan menyiakan kesempatan emas itu, bertemu dengan semua orang dari perusahaan besar. Beberapa orang yang melihat kedekatan Rick, mereka membicarakannya di belakang. Banyak yang berkata bahwa hubungan mereka hanya untuk menaikkan pamor Rick sebagai selebriti. Rick melakukan syuting hingga lima jam lamanya, sedangkan Beth hanya duduk diam. Beth sedang memeriksa beberapa berkas yang ia bawa. Ia tidak begitu peduli dengan kegiatan Rick. "Hi, Beth" sapa Catherine "Oh, hi" "Kau sedang sibuk?" "Hmm, ada apa?" "Kalian benar-benar mengejutkanku, apa kalian sudah resmi?" "Untuk saat ini hubunganku dengan Rick sedang dalam pendekatan saja, kami belum meresmikannya." "Ah, sayang sekali.. tapi ini berita bagus, melihat Rick selalu kesal denganmu," "Hahaha, kau benar" "Rick hampir selesai, setelah ini kalian akan kemana?" "Aku ada meeting, Rick akan ikut bersamaku" "Begitu rupanya, baiklah. Aku senang melihat kalian seperti ini," "Terima kasih, Cath," Rick mendekati Beth, ia memberitahu wanita itu jika kegiatannya telah selesai. Beth merapikan berkasnya, Greg dengan sigap membawa barang-barang milik Beth. Mereka berpamitan pada Catherine dan tim di lokasi itu. Rick dan Beth masuk kedalam mobil, Beth langsung memberitahu Greg untuk menuju ke sebuah restoran yang menjadi tempat meeting dengan GT entertainment. "Kau pasti lelah, setelah meeting kita langsung pulang," ujar Beth "Ya," jawab Rick singkat Beth berkutat dengan ponselnya, ia seperti sedang mengirim pesan pada seseorang. Sedangkan Rick hanya memandang layar ponsel yang sama sekali tak ada balasan pesan dari Pedro kekasihnya. "Kita sudah sampai, Nona," ujar Greg Greg turun terlebih dahulu, ia membuka pintu untuk Beth. Sedangkan Rick memilih untuk membuka sendiri pintunya. Mereka berjalan masuk kedalam restoran, Beth menuju lantai dua dengan ruangan bertuliskan VIP Room di bagian pintu. Saat Beth masuk, sudah hadir disana orang dari GT entertainment. "Selamat malam, Nona Anna," sapa lelaki berwajah maskulin itu "Selamat malam, Tuan Anderson" Anderson adalah direktur utama perusahaan. Ia sudah beberapa kali bekerja sama dengan Beth. "Bukankah kau Rickard, senang bertemu denganmu disini," ujar anderson "Sama-sama, aku juga senang bertemu dengan orang penting dari GT." ujar Rick berbasa basi "Apakah kalian sedang menjalin hubungan, Tuan Rick?" tanya Anderson "Ya, kami sedang dalam masa pendekatan. Beth adalah wanita yang sempurna, tidak mungkin aku melepaskannya." "Hahahaha, kau benar.. satu keberuntungan mendapatkan wanita seperti Nona Anna." ujar Anderson "Kalian terlalu memuji, mari kita mulai meetingnya," Meeting berjalan lancar hingga dua jam, setelah itu mereka melanjutkannya dengan makan malam. Hidangan berkelas sudah tersedia diatas meja, mereka mulai menyantap makanannya hingga tak tersisa. *** Beth dan Rick sudah berada di mansion Evacska. Wajah Rick nampak lelah hari ini, ia masuk terlebih dahulu kekamar untuk membersihkan diri. Beth menyusul Rick kedalam kamar. Ia lebih memilih merapikan barangnya terlebih dahulu. "Kau tak mandi?" tanya Rick. "Iya, sebentar lagi." jawab Beth Selesai merapikan barangnya, Beth masuk kedalam kamar mandi. Ia mengguyur tubuh indahnya di bawah shower dengan air hangat. Beth menghela napas kasar, ia menjadi sedikit jenuh karena Rick yang tak kunjung menjamah dirinya. Setelah membersihkan diri, Beth hanya mengenakan lingeri seksi berwarna merah. Ia melihat Rick yang hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang d**a sedang duduk disofa yang ada dikamar itu. Beth kesulitan menelan salivanya melihat pemandangan indah dihadapannya. "Aku akan tidur terlebih dahulu." ujar Beth yang kini naik keatas ranjang. Beth memejamkan matanya, cukup padat jadwalnya hari ini. Karena ia juga mengikuti setiap jadwal milik Rick. Beth memang belum terbiasa dengan itu. Baru saja ia akan terlelap, tiba-tiba saja matanya terbuka. Ia merasa seseorang tengah menyentuh tubuhnya. Beth melihat disamping, ia menatap mata Rick yang terlihat berbeda. "Kau ingin mencobanya?" tanya Rick Beth mengangguk kaku, wajah mereka sangat dekat, hingga bibir Rick menempel dibibir Beth. Rick melumat bibir Beth perlahan, seakan ia masih belajar mencium seorang wanita. Cukup lama ciuman itu terjadi, Rick mulai menjulurkan lidahnya, menelusuri rongga mulut Beth. Hingga mereka saling bertukar saliva. Tubuh Rick kini berada diatas Beth, Rick menopang tubuhnya dengan satu tangan. Sedangkan tangan lainnya dengan ragu memegang bagian d**a Beth. "Ehm" desah Beth tertahan oleh ciuman. Rick terlihat sedikit kaku saat melakukan hal itu. Tangannya kini menelusup masuk kedalam lingeri yang menutup p******a Beth. Ia meremas p******a Beth sedikit keras, dan memainkan putingnya. Berkali-kali terdengar desahan Beth tertahan. Rick menghentikan ciumannya, mata mereka saling bertemu. Beth sudah terlihat b*******h hanya dengan ciuman yang Rick lakukan. Rick mengeluarkan p******a Beth dari sarangnya, ia memulai lagi permainannya dengan mengulum p****g berwarna merah muda itu. "Aakhh" desah Beth Rick melanjutkan kegiatannya, ia mengeksplor bagian leher dan d**a Beth, bahkan Rick meninggalkan bekas kemerahan disana. "Akkhh.. Rick, kau membuatku frustasi." desah Beth yang tak tahan karena Rick hanya memainkan bagian atas saja. "Beth, kau mau melakukannya?" tanya Rick sembari mengarahkan tangan Beth untuk memegang kejantanannya. Beth mengangguk, kini ia bangkit dari posisi tidurnya. Beth melepaskan celana pendek Rick hingga dalamannya. Nampak kejantanan Rick yang belum begitu tegak. Beth memegang kejantanan itu, ia membuat gerakan pada kejantanan milik Rick. Membuat Rick sedikit tersentak, dan memejamkan mata. Rick mencoba santai agar ia bisa b*******h dengan wanita dihadapannya. Beth memasukkan kejantanan Rick kedalam mulutnya. Beth sedikit menggigit dan melakukan gerakan keluar-masuk. "Ahh ... sial!" desah Rick yang merasakan kejantanannya sedang dimanjakan dalam mulut Beth. Beth terus melakukan gerakan itu, hingga ia merasa kejntanan Rick berkedut. Rick melepaskan kuluman Beth, ia membuat Beth berbaring kembali. Setengah tubuh Rick menindih Beth. Ia menyambar bibir wanita itu dengan kasar. Tangan Rick menggesek di area sensitif milik Beth. Membuat desahan Beth tertahan. Ciuman itu sungguh b*******h, hingga membuat tubuh mereka panas. Jari Rick menelusup masuk kedalam liang kewanitaan Beth. Membuat Beth sedikit tersentak. Rick mengaduk liang kewanitaan Beth dengan tempo tak beraturan. Hingga Rick merasakan bibir kewanitaan Beth berkedut dan mengeluarkan cairan o*****e. Rick melepaskan ciumannya, ia menatap kembali mata Beth. "Kau sudah mendapatkan pelepasan, cukup untuk malam ini." ujar Rick yang kini turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi. Beth terlihat lemas di atas ranjang, ia masih menelaah kejadian yang baru saja terjadi. Senyumnya mengembang perlahan. Lalu ia menutup tubuhnya dengan selimut dan memejamkan mata. Rick yang baru saja membuat Beth puas. Kini harus melakukan solo di kamar mandi. Ia terus mengocok kejantanannya yang masih menegang itu. Hingga ia mengeluarkan cairan spermanya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN