“Ki-Kirana, kapan kamu dateng?” Wajah Ibu Aini mendadak pucat pasi. “Barusan.” Kirana masuk ke kamar orang tuanya dengan wajah datar. “Oh, perasaan Mama nggak denger suara mobil. Kamu udah makan siang?” Ibu Aini mencoba bersikap biasa, agar Kirana tak curiga. “Belum, masih kenyang, Ma. Tadi udah makan sebelum ke sini.” “Oh oke, kalau gitu Mama mandi dulu, yah.” Kirana hanya mengangguk dan memperhatikan ibunya yang melenggang ke kamar mandi dengan baju tidur nan tipis. Mata Kirana menyipit, untuk apa ibunya berpakaian seperti itu sedangkan suaminya sedang tak ada di rumah. Sejurus kemudian netranya terpaku pada benda pipih yang tergeletak di meja nakas. Tanpa meminta izin, istri Bima itu segera mengambil gawai dan membukanya, beruntung ibunya tak memakai kunci layar yang rumit sehingga

