“Kirana?” Mendengar nama Kirana, reflek Bima segera melepas belitan tangan Selvi. Wajah suami Kirana itu mendadak pucat pasi, ia sudah khawatir jika usahanya berbaikan akan gagal dan Kirana kembali mengamuk seperti saat menghadapi Rani. Sementara Kirana masih berdiri mematung di anak tangga ke tiga. “Gue minta lo pulang sekarang, Sel!” Bima segera mendorong Selvi ke luar dan menutup pintu. “Tapi, Bim---” Suara Selvi terpotong karena Bima sudah menutup pintu dan menguncinya. Perempuan tinggi itu pun kesal bukan kepalang karena lagi-lagi usahanya gagal dan mendapat penolakan dari Bima. “Sayang, kamu udah selesai mandinya? Aku udah siapin cokelat panas lagi buat kamu.” Bima menghampiri Kirana dengan perasaan campur aduk, tetapi ibu hamil muda itu justru menuruni tangga dan berjalan men

