Tak Acuh

1240 Kata

“Kirana ….” Devan menepikan mobilnya tak jauh dari toko tanaman, kemudian dokter itu turun dari mobil dan menghampiri Kirana. “Kirana?” “Devan?” Keduanya saling bersitatap. Ingin rasanya Devan memeluk Kirana untuk meluapkan rasa rindu dan khawatir yang selama ini menyelimuti. Dokter itu merasa terpanggil untuk bisa menjaga dan melindungi ibu hamil muda itu. “Kirana, lo kemana aja? Kami semua khawatir.” Ghani yang mendengar ada suara laki-laki segera keluar toko. Langkahnya terhenti saat melihat sosok lelaki yang sama dengan yang menanyakan foto Kirana tempo hari. Pemilik toko tanaman itu memilih untuk mencuri dengar dibalik rimbunnya pot gantung. “Kalian nggak usah khawatir, aku aman dan baik-baik saja.” “Oke, syukurlah kalau lo baik-baik aja, terus kandungan lo gimana?” “Baik jug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN