Berdua

1115 Kata

“Kiran ….” Kirana dan Ghani menoleh ke suara bas yang semakin mendekat. “Hai, kamu sama siapa ke sini?” tanya Bima saat jarak tinggal selangkah. “Mas, pesenan saya mana?” Kirana tak menanggapi pertanyaan Bima, netranya justru sibuk mencari tanaman pesanannya. “Emm … sebentar ya, Kak.” Meski sempat terheran melihat dua manusia di depannya, tetapi Ghani tetap profesional melayani para pelanggannya. “Kiran, Sayang ... kamu sehat, ‘kan? Kamu pucet banget.” Bima akan menyentuh kening Kirana, tetapi segera ditepis. “Jangan sentuh!” “Kirana aku cuma khawatir sama kamu, anak kita sehat, ‘kan?” “Stop di situ!” Tangan Bima yang terulur akan menggenggam bahu Kirana pun terhenti dan menggantung di udara. Ghani yang sedari tadi memperhatikan gelagat dua pelanggannya bimbang, apakah akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN