Bab 55-Tajassus

1915 Kata

Suara kursi kayu yang digeser sedikit mengangetkan mereka. Apalagi ketika sosok tegap itu kemudian duduk persis di samping Ari. "Kok, jadi sepi?" tanyanya. Satu suara yang tiba-tiba masuk campur dalam percakapan akrab seakan keluarga bahagia itu mendadak membuat semuanya terdiam. Pria itu memamerkan senyum miring. Jari panjangnya memainkan tisu. Melipat sambil mengabsen semuanya hingga kertas selampai itu menjadi origami. "Mau pesan apa?" tanya Ari dengan suara setengah gondok. "Samain punya kamu. S-O-T-O. Minumnya wedang comeo." Ari kembali memainkan bolpointnya. Dia menulis wedang comeo dan menambah angka satu di depan tulisan soto. Kenyo tidak berkedip memandang pria di hadapanya. Di seberang meja sana interaksi pria itu dengan Ari sangat mencurigakan. Meskipun terlihat sedikit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN