Ari beranjak dari meja tempatnya makan sore bersama Erlita. Perempuan itu sedari tadi sibuk menghubungi satu per satu orang-orangnya. Selain melalui telepon, Ari terlebih dahulu memberi perintah lewat email. Karena secara teknis apapun itu harus jelas hitam putihnya. Bahasa kerennya jejak digital. Meskipun ada beberapa anak buahnya yang menggerutu. Yah, mereka sambil menerima email menyertakan sebuah gerutuan panjang. Apalagi kalau bukan soal pekerjaan dari bos saat akhir pekan. Bagi mereka itu memang cukup menyebalkan. Apalagi bagi kaki hang out seperti Dimas yang pasti sudah punya banyak rencana untuk menghabiskan waktu libur. "Iya, sekarang ini gaya Bu Nares mirip Pak Taufik." Ari hanya menanggapinya dengan mengerucutkan bibir. Pasalnya ada juga beberapa orang yang bilang dia semak

