Pagi tiba, Nava lari pagi bersama Emi, seperti biasa. Sejak semalam Nava lebih pendiam, hanya mendengarkan Emi dan menyahut sekedarnya saja. Emi merasa curiga dengan sikap temannya itu, tetapi setiap ia tanya, Nava menjawab tak apa-apa. Emi sendiri membicarakan mengenai rencananya yang ingin memberi kejutan untuk Raka. Nava memberi saran seperlunya, dengan baik ia bersandiwara, seolah ia tak memiliki perasaan untuk pria yang disukai temannya itu. Padahal, semalam ia begadang lagi, karena memikirkan pria yang sudah mengaku suka padanya seharian itu. "Enaknya aku kasih bunganya langsung? Atau minta tolong pelayannya untuk bawain?" tanya Emi yang berencana memberi bunga untuk Raka. "Suka-suka kamu aja, Mi. Mau langsung, mau nyusul, yang menurut kamu praktis aja," sahut Nava setelah meneguk

