*** Pagi tiba, seperti biasa Nava diminta Emi untuk menemaninya lari pagi. Penulis novel online itu tak menolak, kali ini ia malah terlihat begitu bersemangat. "Kayaknya aku udah biasa deh bangun pagi, lari-lari," celetuk Nava. Emi tersenyum. "Aku dulu pengen banget lari pagi tiap hari, tapi nggak ada temen. Aku nggak terlalu akrab sama anak kos lain, lagian mereka juga susah bangun pagi. Jadi deh aku di kamar aja," ucap gadis itu dengan napas tersengal. "Kenapa nggak bareng Raka aja? Kan dia tiap hari lari pagi tuh." "Bareng Raka? Yang ada aku ditinggal di jalan, Mbak. Dia kan laki-laki, langkahnya gede, belum lagi dia tuh muternya sampe jauh. Aku mana sanggup?" Nava terkekeh. "Bener juga, mending sama aku aja, kan?" "Makanya, bangun terus pokoknya kalo pagi, temenin aku lari," s

