Selesai kuliah, Raka langsung pergi ke rumah sepupunya. Putra sendiri masih sibuk menulis, pria itu terperanjat kaget ketika Raka membuka pintu kamarnya dengan sangat keras. "Yah, pelan-pelan!" teriak Putra yang langsung berdiri, meninggalkan meja kerjanya. "Aku dari tadi hubungin kamu, nggak usah sok sibuk, ya!" Raka tak mau kalah, ia juga berteriak kepada sepupunya. "Siapa yang sok sibuk, Raka? Aku emang sibuk, bukannya sok. Seharian aku bersihin rumah, siang mau nulis kamu minta aku ketemu Nava. Baru itu aku bisa nulis. Ya maaf kalo aku nggak angkat telepon kamu, aku mana tahu. Tuh, hapeku di kasur." Putra menunjuk ranjangnya, benda pipih yang merupakan ponselnya itu tergeletak di sana. Raka mendesis kesal. "Kenapa nggak kabarin aku sebelum kamu nulis?" tanya Raka yang benar-benar m

