Sore itu Raka memilih untuk menghabiskan waktunya di rumah sepupunya-Putra. Ia ingin menyelesaikan pekerjaannya tadi malam yang belum selesai, yaitu menyunting hasil rekaman ia bernyanyi bersama sang sepupu. Ia berniat mengunggahnya malam ini, itu sebabnya ia harus segera menyelesaikannya. Putra muncul dari dapur, membawa buah apel yang sudah dikupas dan dipotong-potong. Menaruhnya di atas meja kerja sang sepupu, tak lupa ia beri garpu. "Nih, apel. Makan buah yang cukup, biar BAB lancar." Putra kemudian keluar dari ruang Raka dan kembali ke kamarnya, setelah mendapat tatapan tajam dari sang sepupu. "Dibawain buah bukannya terima kasih, malah melotot ... kayak kuntilanak aja. Eh, kuntilanak kan cewek, kalo cowok apaan, ya?" Putra masuk ke kamarnya dan mulai menulis, melanjutkan pekerjaan

