Michael pov Aku merasa tenggorokanku seperti terbakar saja. Seperti orang tidak pernah minum sampai satu minggu. Oke itu terdengar berlebihan sekali. Mau tidak mau aku harus kebawah untuk mengambil minum itu. Di saat aku Sedang dalam perjalanan menuju dapur tiba-tiba ada suara yang membuatku mengikuti suara itu. "Hiks.. hiks. Aku sangat merindukanmu kalian berdua, apakah kalian juga?" Aku melihat perempuan yang sedang bicara di depan foto keluarga nya. Darimana gadis itu mendapatkan foto? apa selalu membawanya di sakunya. Ah itu tidak penting. "Apa yang kau lakukan?" Tanyaku sukses membuat nya gelagapan tidak jelas. "Apa yang ingin kan kau Michael?" Apa maksud perkataan gadis itu sebenernya. "Kau bicara apa? Aku tidak paham." "Maksudku untuk apa kau kemari?" Tanya nya. "Ini ruma

