“Kalian sudah menunggu lama, ya?” Lia muncul dengan langkah terburu-buru, seolah-olah takut ditinggalkan oleh Dellia, Putri dan Novita, padahal kelas baru saja berakhir belum cukup semenit yang lalu, terlebih kelas mereka juga bersebelahan. “Tidak juga, lagipula Bu Susan juga baru saja keluar.” Dellia menggeleng sembari tangannya memasukkan barang-barangnya ke dalam ranselnya, begitu pun dengan Putri dan Novita yang tampak melakukan hal yang sama. “Kamu kelihatannya terburu-buru sekali. Ada apa?” Lia memberikan senyum misterius, kedua tangannya yang sejak kemunculannya tadi memang ia sembunyikan di belakang tubuhnya ia perlihatkan. “Tada! Bagaimana? Cantik ‘kan?” Di kedua tangannya masing-masing sedang memegang tiga buah gantungan ponsel berbentuk bintang dengan butiran-butiran glitter d

