Dellia baru saja tiba di depan pintu rumah besar bergaya Eropa milik Lia saat pintu di hadapannya terbuka dengan lebar dan menampakkan wajah Raka yang langsung tersenyum menyambut kedatangannya di sana. Peluh masih mengalir di pelipisnya akibat berlari dari halaman utama ke depan rumah yang tentunya berjarak ratusan meter yang terasa sangat jauh dengan berjalan kaki. “Eh, Dellia sudah datang?” Raka menoleh ke belakang sejenak melihat ke dalam rumah yang tampak sepi, pakaiannya juga sudah rapi seolah akan pergi ke suatu tempat. “Lia ada di dalam kamarnya. Dia dari tadi nungguin kamu loh.” Kembali ia tersenyum melihat wajah lelah gadis cantik di depannya yang terlihat lelah sehabis berjalan jauh dari gerbang utama pekarangan rumahnya yang luas namun menyiksa. “Iya, kak.” Dellia tersenyum c

