Naya menyandarkan kepalanya di bahu Jonathan yang kini tengah duduk di sampingnya seraya merangkul erat pinggang laki-laki itu. Keduanya duduk di dekat sebuah bangku yang ada di daerah yang cukup tinggi. Menatap matahari tenggelam dengan mata telanjàng. Jika Naya ada di laut, itu akan jadi pemandangan yang jauh lebih mengesankan. "Kau menyukainya, Naya?" Naya yang saat ini tengah fokus pada matahari yang mulai tenggelam dan langit berubah biru kemerah-merahan, mendongakkan kepalanya ke arah Jonathan. Kedua sudut bibirnya terangkat hingga matanya sedikit menyipit. Tanpa ragu sedikit pun, dia mengangguk. Dulu Naya tidak pernah melihat pemandangan seperti ini. Sekarang, semuanya dapat dia lihat. Akan tetapi, Naya tidak sadar jika senyum yang membingkai wajahnya berhasil membuat Jonathan te

