Perubahan Jonathan

1261 Kata

Pagi itu, Naya bangun lebih awal. Matanya langsung bertatapan dengan wajah Rey yang ada di hadapannya. Sosok yang kemarin menunjukkan sisi lemahnya sampai Naya menyangka kalau Rey tidak pernah mengalami masalah dalam hidupnya–karena sifat laki-laki itu bertolakbelakang dengan apa yang pernah menimpanya–ternyata memiliki kisah yang kelam. Tidak jauh beda dengannya. Naya mengedipkan matanya dengan tangan yang perlahan terulur meraih wajah Rey yang tertidur lelap. Mereka akhirnya tidur satu ranjang, tanpa melakukan apa pun. Naya hanya menemani Rey yang tidak mau sendirian. Harusnya dia yang seperti ini, tapi kenapa Rey? Naya tersenyum kecil memikirkannya. Mungkin juga, kemarin laki-laki itu harus mengalami syok ketika bertemu kembali dengan wanita gila itu. Tak dipungkiri, Naya merasakan sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN