Bersama Wanita Lain

1226 Kata

"Apa yang kaupikirkan, Naya? Apa kau masih memikirkannya?" Sebuah pelukan hangat menyentak lamunan Naya yang saat ini sedang fokus menatap layar laptopnya. Memeriksa beberapa berkas yang telah Meli kirimkan di ruang kerja Rey. Kepalanya mendongak, menatap manik mata lelaki yang kini masih berwajah pucat serta bekas lebam yang masih terlihat. Senyum sedikit terpaksa tergambar di bibirnya. "Kenapa kau ke sini? Sudah lebih baik?" "Hmm, aku hanya mual, tapi itu sudah tidak terjadi lagi," jawabnya lirih. Nyaris seperti berbisik. Rey mengira, dirinya telah sembuh total. Namun yang terjadi, dia harus mengalami mual pagi-pagi. Sesuatu yang membuatnya sangat tidak nyaman dan begitu mengganggu tidurnya. Rey merasa tubuhnya juga masih lemas. "Kalau begitu, tidurlah kembali dan minum obatnya." Say

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN