"Apa kau memiliki masalah, Naya? Kau terlihat murung sejak tadi," tegur Rey yang berjalan masuk ke dalam kamar Naya. Berdiri di belakang wanita itu dan memeluknya sembari menyandarkan kepalanya di pundak Naya. Membuat Naya yang tengah terdiam menatap keluar jendela harus tersentak. "Tidak, bukan apa-apa." Tanpa menatap, tanpa tersenyum, Naya menjawab dengan dingin. Rey merasakan kalau ada sesuatu yang mengganggu wanitanya. "Apa kau sudah mengambil barangmu dari rumahnya?" Kali ini Naya menoleh. Dia menatap manik mata cokelat itu yang sedikit lebih bercahaya saat terkena sinar bulan, di antara remangnya penerangan kamar. Dia dengan pelan menggeleng. Dia masih ingin bicara dengan Jonathan. Meski lelaki itu meminta waktu dan akan menghubunginya lagi. Sayang, sampai sekarang, tak ada pesan

