Pengkhianatan

1227 Kata

"Lupakan, aku salah bicara. Maksudku, aku senang saat kau juga senang," ralatnya setelah tersadar. Naya memalingkan muka dan kembali sibuk menatap sekitar. Merutuki ucapan yang keluar dari mulutnya tanpa sadar. Sayangnya, semua itu sudah terlambat karena Rey kini tersenyum lebar. Mata lelaki itu berbinar cerah ditambah pantulan lampu di taman kini menyorot rambutnya. Naya salah. Dia yang awalnya mendorong Rey menjauh, namun dia juga yang menariknya semakin dekat. Naya benar-benar tidak mengerti peran apa yang dia mainkan saat ini. Dialah yang bermasalah sejak awal, bukan Rey atau pun Jonathan. "Banyak yang bilang, kalau kalimat pertama adalah kejujuran dan kalimat kedua adalah kebohongan." "Tidak, bukan seperti itu. Kau menyalahartikannya, Rey. Aku sudah bilang kalau aku tidak mencintai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN