Hukuman

1484 Kata

Lagi, Naya hanya bisa terdiam saat Jonathan menghabisi nyawa para preman itu. Pemandangan ini sudah biasa. Jonathan terlalu memiliki segalanya, begitu juga dengan kemampuan. Laki-laki itu seperti tidak memiliki kelemahan dan Naya, tidak menyukai itu. Sampai beberapa saat kemudian, Jonathan selesai memberi pelajaran. Dia langsung berbalik dan menghampiri Naya. Darah segar tampak membasahi lengan dan pakaiannya, tapi wajahnya malah menampilkan eskpresi datar, seolah apa yang terjadi tidak menimbulkan efek apa pun padanya. Meski Jonathan sempat terkena pukul saat botol minuman keras mengenai bahunya. "Kau akan menerima hukuman setelah ini," ucap Jonathan, lengkap dengan matanya yang bersinar penuh ancaman. Tanpa menunda waktu lagi, dia dengan segera menarik tangan Naya dan menyeretnya masu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN