PRANG! Suara gelas pecah terdengar mengisi ruangan. Darah mengalir di telapak tangannya yang tadi dengan sengaja memecahkan gelas tersebut. Emosi sedang memengaruhinya. Dadanya sesak bukan main. Dia tahu kalau saat ini bukanlah waktunya untuk marah atau cemburu. Bukan waktunya untuk mengurusi perasaan síalan yang datang tanpa diduga, tapi tetap saja melihat wanita yang disukainya bercíuman dengan pria lain benar-benar membuatnya darah tinggi. Rey ingin di sana. Memeluk dan menenangkan Naya, tapi posisi itu sudah didahului oleh Jonathan. Lelaki yang entah sejak kapan menjadi dekat dengan Naya dan mungkin lambat laun akan mampu mengambil hatinya. Rey menghela napas kuat-kuat sebelum kemudian menghembuskannya dengan perlahan. Berusaha sekuat tenaga untuk tetap tenang. Dia tidak boleh kehila

