Seorang wanita bergerak gelisah di ranjangnya. Keringat dingin tampak bermunculan seiring dengan deru napasnya yang semakin meningkat. Keningnya berkerut dengan matanya yang masih terpejam rapat. Kedua tangannya pun memegang sprei begitu kuat, sampai bibirnya berteriak kaget dan mata yang tadinya terpejam, kini terbuka tiba-tiba. Tubuhnya spontan terduduk dan melihat sekeliling. Sayangnya kamar yang gelap, membuat pandangannya menjadi sangat terbatas. Meski dia sadar, kalau dirinya hanya seorang diri di sana. Tidak ada laki-laki yang berniat memerkosànya seperti apa yang dia lihat dalam mimpi. Hanya angin malam yang masuk dari celah ventilasi udara dan suara ranting bergesekan tertiup angin, yang menjadi satu-satunya suara. Mungkin ditambah dengan suara napasnya yang memburu bak habis lar

