Adara merapikan beberapa pakaiannya ke dalam koper. Dia sudah menemukan sebuah kontrakan kecil yang cukup nyaman. Dia sudah menghubungi pemilik kontrakan dan dia akan membayar besok. Entah untuk berapa kalinya Adara menarik napas dan menghelanya. Dia tidak ingin memikirkan apa pun, dia hanya ingin memikirkan dirinya dan calon bayinya. Walau mereka akan bercerai saat bayi ini lahir, pasti akan sangat menyakitkan untuk Adara. Dan dia akan kembali berharap. Adara tidak tahu kenapa pembicaraannya dengan Daniela beberapa hari lalu seakan terputar dikepalanya. Setelah Adara berbicara dengan tante Clarine yang memintanya untuk tetap berada di samping Sangga. Dia pun menanyakan maksud tante Clarine pada putrinya. “Mereka ingin memastikan aja,” ucap Daniela. “Memastika

