Sherly memakaikan baju Dio yang sudah mengoceh sejak tadi. Dia merasa kalau umurnya sudah cukup besar dan ingin memakai baju sendiri. Tapi berulang kali ia tidak bisa memasukkan tangannya dan Sherly pun berniat untuk membantunya. Sayangnya anaknya itu tidak merasa senang dan malah marah-marah. Setelah selesai dengan urusan anaknya, Sherly keluar dari kamar. Dari kamar ia melihat Sangga yang duduk di balkon depan dengan satu batang rokok dan ponsel ditangannya. Sudah beberapa hari ini ia tidak menyalakan ponselnya itu, tapi Sherly tahu kalau pria sangat merindukan istrinya. Mengambil satu cangkir teh, Sherly membawanya ke depan. Ditaruhnya cangkir itu di meja, membuat cowok yang ternyata kakaknya ini menoleh padanya. Jika orang melihat Sangga untuk pertama kali, semua akan sepakat kala

